Dakwah Nabi Muhammad ﷺ merupakan perjalanan penuh perjuangan, kesabaran, dan kebijaksanaan. Periode dakwah beliau terbagi menjadi dua fase besar, yaitu fase Makkah dan fase Madinah. Keduanya memiliki tantangan, metode, dan fokus yang berbeda, namun tetap berada dalam satu tujuan: menyampaikan risalah tauhid dan membangun peradaban yang berlandaskan wahyu Allah.
Dakwah Nabi Muhammad ﷺ terbagi menjadi dua fase besar: periode Makkah dan periode Madinah. Keduanya memiliki tantangan dan strategi yang berbeda, tetapi tujuannya sama: mengajak manusia menyembah Allah dan berakhlak mulia.
Nabi Muhammad ﷺ memulai dakwahnya di kota Makkah selama kurang lebih 13 tahun. Pada masa ini, kondisi masyarakat Quraisy dipenuhi dengan penyembahan berhala, ketidakadilan sosial, dan kerusakan moral. Oleh karena itu, fokus utama dakwah di Makkah adalah memperbaiki akidah dan menanamkan keimanan kepada Allah.Pada tiga tahun pertama, dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Nabi ﷺ mengajak keluarga dan sahabat terdekat untuk memeluk Islam. Di antara orang-orang pertama yang masuk Islam adalah Khadijah radhiyallahu ‘anha, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Ali bin Abi Thalib. Setelah itu, turun perintah untuk berdakwah secara terang-terangan.Ketika dakwah dilakukan secara terbuka, penentangan dari kaum Quraisy semakin keras. Nabi ﷺ dihina, dicaci, bahkan dituduh sebagai penyair dan orang yang gila. Para sahabat pun mengalami siksaan berat. Meskipun demikian, Nabi ﷺ tetap sabar, tidak membalas kejahatan dengan keburukan, dan terus menyampaikan kebenaran dengan penuh kelembutan.Fase Makkah menekankan penguatan iman, kesabaran, dan keyakinan akan pertolongan Allah.
Karena tekanan yang semakin berat di Makkah, Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk berhijrah ke kota Madinah. Peristiwa hijrah ini menjadi titik balik dalam sejarah Islam dan menjadi awal berdirinya masyarakat Islam yang kuat.Di Madinah, dakwah berlangsung selama kurang lebih 10 tahun. Jika di Makkah fokusnya adalah pembinaan akidah, maka di Madinah fokusnya berkembang menjadi pembangunan masyarakat dan penegakan hukum Islam. Nabi ﷺ membangun Masjid Nabawi sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial. Beliau juga mempersaudarakan kaum Muhajirin (pendatang dari Makkah) dan Anshar (penduduk Madinah) untuk memperkuat persatuan.Selain itu, Nabi ﷺ menyusun perjanjian yang dikenal sebagai Piagam Madinah, yang mengatur kehidupan bersama antara kaum Muslimin dan non-Muslim secara damai dan adil. Pada periode ini, Islam berkembang pesat dan memiliki sistem sosial, politik, serta ekonomi yang teratur.
Periode Makkah dan Madinah menunjukkan bahwa dakwah membutuhkan strategi sesuai kondisi masyarakat. Di Makkah, Nabi ﷺ menanamkan fondasi keimanan. Di Madinah, beliau membangun sistem dan peradaban berdasarkan fondasi tersebut.Hikmah yang dapat diambil dari perjalanan dakwah ini antara lain:Pentingnya kesabaran dalam menyampaikan kebenaran.Memulai perubahan dari perbaikan akidah.Membangun persatuan sebagai kunci kekuatan umat.Menyesuaikan metode dakwah dengan situasi dan kondisi.Perjalanan dakwah Nabi Muhammad ﷺ menjadi teladan sepanjang masa. Dari perjuangan beliau, umat Islam belajar bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui kesabaran, keteguhan, dan tawakal kepada Allah